Selasa, 16 Juni 2015

pengertian pengukuran, penilaian dan evaluasi

Pengertian pengukuran, penilaian dan evaluasi
Pengertian pengukuran menurut,  Pakar  Ahmann dan Glock dalam S.Hamid Hasan (1998) menjelaskan “in the last analysis measurement is at only a  part, although a very substansial part of evaluation. It provides information upon which an evaluation can be based Educational measurement is the process that attemps to obtain a quantified representation of the degree to whitch a trait is possessed by a pupil.”
Pengertian Pengukuran menurut, Pakar Wiersma dan just (1985) mengemukakan “technically, measurement is the assigment of numerals to objects or events according to rules that give numeral quantitative meaning.”
Pengertian Pengukuran menurut, Pakar Walsh dan Betz (1985)            pengukuran yang dikemukakan  di atas, dapat di kemukakan bahwa pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kualitas sesuatu. Kata “sesuatu” bisa berarti peserta didik,  guru,  gedung sekolah,  meja belajar, white board, dan sebagainya. Dalam proses pengukuran, tentu guru harus menggunakan alat ukur ( tes atau non tes ). Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajat  validitas dan reliabilitas yang tinggi. Dalam bidang pendidikan, psikologi, maupun variabel-variabel sosial lainnya, kegiatan pengukuran biasanya menggunakan tes. Dalam sejarah perkembangan-nya, aturan mengenai pemberian angka ini di dasarkan pada teori pengukuran psikologi yang dinamakan psychometric. Meskipun demikian boleh saja suatu kegiatan penilaian dilakukan tanpa melalui proses pengukuran.
Dari beberapa pengertian pengukuran  di atas dapat di simpulkan bahwa pengukuran adalah:  suatu proses kegiatan untuk menentukan kualitas sesuatu misalnya untuk menentukan peserta didik, guru, gedung sekolah, meja belajar, white board, dll di dalam sebuah proses pengukuran terdapat alat untuk mengukur derajat validitas dan reabilitas yang tinggi di dalam bidang pendidikan serta psikologi, sosial dan lainnya. Kegiatan pengukuran biasanya menggunakan tes atau non tes. 




Pengertian penilaian merupakan alih bahasa dari istilah assessment, nukan dari istilah evaluation. Depdikbud (1994) mengemukakan “penilaian adalah suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah di capai siswa. “Kata” “menyeluruh” menggunakan arti bahwa penilaian tidak hanya ditunjukan pada penguasaan salah satu bidang tertentu saja. Tetapi mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai.
Pengertian  Penilaian menurut,  Pakar  Gronlund mengartikan “penilaian” adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi/data  untuk menetukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.
Pengertian Penilaian menurut,  Pakar Anthony J.Nitkon (1996) menjelaskan “assessment is a broad term defined as a procces for obtaining information that is used for , making decisions about students. “ketiga pengertian di atas menunjukan bahwa penilaian lebih di fokuskan pada peserta didik sebagai subjek belajar dan tidak sedikitpun menyinggung komponen-komponen lainnya,
Dari beberapa pengertian penilaian di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian adalah: suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara kesinambungan dan menyeluruh kepada siswa tentang proses dan hasil yang telah di capai siswa dan penilaian tidak hanya ditunjukan pada penguasa salah satu bidang tertentu saja penilaian juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi/data untuk dapat menetukan sejauh mana peserta didik dapat mencapai tujuan dalam pembelajaran.
Pengertian evaluasi menurut, Pakar Gilbert Sax (1980 : 80) bahwa “evaluation is a process through which a value  judgement or decision is made from a variety of observations and from the background and training of the evaluator”.



Pengertian Evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (produk). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi. Membahas tantang evaluasi berarti mempelajari bagaimana proses pemberian pertimbangan mengenai kualitas sesuatu. Gambaran kualitas yang dimaksud merupakan konsekuensi logis dari proses evaluasi yang dilakukan. Proses tersebut pasti dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dalam arti terencana, sesuai dengan prosedur dan prinsip serta dilakukan secara terus-menerus.
Pengertian Evaluasi menurut, Pakar Carl H. Witherington (1952)“an evaluation is a declaration that something has or does not have value.” Hal senada dikemukakan pula oleh Wand dan Brown (1975), bahwa evaluasi berarti” refer to the act or process to determining the value of something”. Kedua pendapat ini menegaskan pentingnya nilai (value) dalam evaluasi. Padahal, dalam evaluasi bukan hanya berkaitan dengan nilai tetapi juga arti atau makna.
 Pengertian Evaluasi menurut, pakar Guba dan Lincoln (1985), bahwa evaluasi sebagai  “a process for describing an evaluand and judging its merit and worth”. Jadi evaluasi adalah suatu proses untuk menggambarkan peserta didik dan menimbangnya dari dari segi nilai dan arti.
Dari beberapa pengertian Evaluasi di atas dapat disimpulkan bahwa Evaluasi adalah: suatu proses untuk  dapat menggambarkan peserta didik di dalam segi nilai dan arti bukan hanya itu evaluasi juga mempelajari bagaimana proses pemberian pertimbangan mengenai kualitas peserta didik serta evaluasi bukan hanya sebagai suatu proses bukan suatu hasil ( produk )  proses evaluasi bisa di lakukan secara sistematis dan berkelanjutan dalam arti  terencana sesuai dengan prosedur dan prinsip serta dilakukan secara terus-menerus.  




DAFTAR PUSTAKA
Arikonto,Suharsimi.2013.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta:                           Bumi Aksara.
Arifin, Zainal.2009.Evaluasi Pembelajaran,Jilid 1. Bandung:                                           PT Remaja Rosdakarya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar