BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Membaca permulaan merupakan tahapan
proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. Siswa belajar untuk
memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi
bacaan dengan baik. Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran membaca
dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasan membaca sebagai suatu yang
menyenangkan. Suasana belajar harus dapat diciptakan melalui kegiatan permainan
bahasa dalam pembelajaran membaca. Hal itu sesuai dengan karakteristik anak
yang masih senang bermain. Permainan memiliki peran penting dalam perkembangan
kognitif dan sosial anak.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di
Sekolah Dasar (SD) bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara
efektif, baik lisan maupun tertulis. Keterampilan membaca sebagai salah satu
ketrampilan berbahasa tulis yang bersifat reseptif perlu dimiliki siswa SD agar
mampu berkomunikasi secara tertulis. Oleh karena itu, peranan pengajaran Bahasa
Indonesia khususnya pengajaran membaca di SD menjadi sangat penting. Peran
tersebut semakin penting bila dikaitkan dengan tuntutan pemilikan
kemahirwacanaan dalam abad informasi (Joni, 1990). Pengajaran Bahasa Indonesia
di SD yang bertumpu pada kemampuan dasar membaca dan menulis juga perlu
diarahkan pada tercapainya kemahirwacanaan.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis
mempunyai rumusan masalah sebagai berikut :
A. Apa
yang dimaksud dengan membaca permulaan itu ? apa pentingnya membaca permulaan serta
apa tujuan membaca permulaan terhadap peserta didik ?
B. Apa
yang dimaksud dengan membaca intensif ? apa tujuan serta karakteristik membaca
intensif itu ?
C. Bagaimana
menjelaskan isi teks 100-150 kata melalui membaca intensif kepada peserta didik
?
C.
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan
masalah di atas, tujuan penulisan dalam makalah ini sebagai berikut:
1. Dapat
mengetahui pengertian membaca permulaan, pentingnya membaca permulaan serta
tujuan membaca permulaan terhadap peserta didik.
2. Dapat
mengetahui pengertian membaca intensif, tujuan membaca intensif serta
karakteristik membaca intensif.
3. Dapat
menjelaskan isi teks 100-150 kata melalui membaca intensif kepada peserta
didik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pembelajaran Membaca Permulaan
Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tertulis, yang
bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca, seseorang akan dapat
memperoleh informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta
pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan
memungkinkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam
pandangan dan memperluas wawasannya. Dengan demikian maka kegiatan membaca
merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh siapapun yang ingin maju dan
meningkatkan diri. Oleh sebab itu, pembelajaran membaca di sekolah mempunyai
peranan penting.
Pembelajaran membaca memang benar-benar mempunyai peranan penting;
sebab selain manfaat seperti yang telah disebutkan di atas, melalui pembelajaran membaca, guru dapat
berbuat banyak dalam proses pengindonesiaan anak-anak Indonesia. Dalam
pembelajaran membaca, guru dapat memilih wacana-wacana yang memudahkan
penanaman nilai-nilai keindonesiaan pada anak didik; misalnya wacana yang
berkaitan dengan tokoh nasional, kepahlawanan, kenusantaraan, dan
kepariwisataan. Selain itu, melalui pembelajaran membaca, guru dapat
mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar dan kreativitas anak didik
(Akhadiah, 1992:29). Pembelajaran membaca di kelas I, kelas II dan III merupakan
pembelajaran
membaca tahap awal, dan merupakan dasar pembelajaran membaca di kelas
berikutnya.
1.
Pentingnya
Membaca Permulaan
Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan
membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru, sebab jika dasar itu
tidak kuat, pada tahap membaca lanjut siswa akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki
kemampuan membaca yang memadai. Padahal, seperti telah diuraikan pada awal bab
ini, kemampuan membaca sangat diperlukan oleh setiap orang yang ingin
memperluas pengetahuan dan pengalaman, mempertajam penalaran, untuk mencapai
kemajuan dan peningkatan diri. Oleh sebab itu, bagaimana pun guru kelas I, kelas II dan III haruslah berusaha
sungguh-sungguh agar ia dapat memberikan dasar kemampuan membaca yang memadai
kepada anak didik. Hal itu akan dapat terwujud melalui pelaksanaan pembelajaran
yang baik. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara baik, perlu ada perencanaan; baik
mengenai materi, metode, maupun pengembangannya.
2.
Tujuan
Membaca Permulaan
Pembelajaran
membaca permulaan diberikan di kelas III. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan
memahami suatu bacaan, menjawab
dan membuat pertanyaan tentang bacaan, menemukan pokok pikiran suatu bacaan dan
siswa dapat meringkas suatu bacaan dengan mengutamakan kejelasan informasi. Pembelajaran membaca permulaan merupakan tingkatan proses
pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual
bahasa. Tingkatan ini sering disebut dengan tingkatan belajar membaca (learning
to read). Membaca lanjut merupakan tingkatan proses penguasaan membaca
untuk memperoleh isi pesan yang terkandung dalam tulisan. Tingkatan ini sering
disebut sebagai membaca untuk belajar (reading to learn). Kedua
tingkatan tersebut bersifat kontinum, artinya pada tingkatan membaca permulaan
yang fokus kegiatannya penguasaan sistem tulisan, telah dimulai pula
pembelajaran membaca lanjut dengan pemahaman walaupun terbatas. Demikian juga
pada membaca lanjut menekankan pada pemahaman isi bacaan, masih perlu perbaikan
dan penyempurnaan penguasaan teknik membaca permulaan.
B. Membaca Intensif
1. Pengertian Membaca Intensif
Membaca intensif merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk
membaca secara cermat untuk memahami suatu teks secara cepat dan akurat.
Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara akurat,
lengkap dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat, pengalaman, pesan
dan perasaan yang ada pada wacana tulis. Dalam membaca, para pembaca hanya
membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada dan bertujuan
untuk menumbuhkan serta mengasah kemampuan membaca secara kritis. Kegiatan
membaca seperti ini biasanya dilakukan bila pembaca mempunyai maksud meneliti,
memahami, menganalisis, atau memberikan kritikan dan kesimpulan terhadap isi
teks tersebut. Dalam membaca intensif yang diutamakan bukanlah hakikat
keterampilan -keterampilan yang tampak atau hal-hal yang menarik perhatian,
melainkan hasil-hasilnya; dalam hal ini suatu pengertian, suatu pemahaman yang
mendalam serta terperinci terhadap teks yang dibaca.
Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara
akurat, lengkap, dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat,
pengalaman, pesan, dan perasaan yang ada pada wacana tulis. Membaca intensif sering
diidentikkan dengan teknik membaca untuk belajar. Dengan keterampilan membaca
intensif pembaca dapat memahami baik pada tingkatan lateral, interpretatif,
kritis, dan evaluatif. Aspek kognitif yang dikembangkan dengan berbagai teknik
membaca intensif tersebut adalah kemampuan membaca secara komprehensif.
Membaca komprehensif merupakan proses memahami paparan dalam bacaan dan
menghubungkan gambaran makna dalam bacaan dengan skema pembaca guna memahami
informasi dalam bacaan secara menyeluruh. Kemampuan membaca intensif mencakup:
a)
Pemahaman inferensial artinya
kegiatan membaca yang dilakukan dengan tujuan untuk mengambil kesimpulan
dalam sebuah bacaan.
b)
Pemahaman kritis artinya kegiatan
membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam, evaluatif
dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan.
c)
Pemahaman kreatif adalah kegiatan
membaca yang tidak hanya sekedar menangkap makna tersurat, makna antar baris,
tetapi juga mampu secra kreatif menerapkan hasil membaca untuk kehidupan
sehari-hari.
2.
Tujuan
Membaca Intensif
Tujuan membaca intensif adalah untuk mengembangkan keterampilan membaca
secara detail dengan menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan
kosakata dan juga pemahaman keseluruhan isi wacana.
3.
Karakteristik
Membaca Intensif
Karakteristik membaca intensif mencakup:
a) Membaca
untuk mencapai tingkat pemahaman yang tinggi dan dapat mengingat dalam waktu
yang lama.
b) Membaca
secara detail untuk mendapatkan pemahaman dari seluruh bagian teks.
c) Cara
membaca sebagai dasar untuk belajar memahami secara baik dan mengingat lebih
lama.
d) Membaca
intensif bukan menggunakan cara membaca tunggal (menggunakan
berbagai variasi teknik membaca seperti scanning, skimming, membaca
komprehensif, dan teknik lain).
e) Tujuan
membaca intensif adalah pengembangan keterampilan membaca secara detail dengan
menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan kosakata, dan juga
pemahaman keseluruhan isi wacana.
f) Kegiatan
dalam membaca intensif melatih siswa membaca kalimat-kalimat dalam teks secara
cermat dan penuh konsentrasi. Kecermatan tersebut juga dalam upaya menemukan
kesalahan struktur, penggunaan kosakata, dan penggunaan ejaan/tanda baca.
g)
Kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa untuk
berpikir kritis dan kreatif.
C. Menjelaskan Isi Teks 100-150 Kata Melalui
Membaca Intensif
Isi materi dalam makalah ini disesuaikan dengan
Kompetensi Dasar 3.2 menjelaskan isi teks 100-150 kata melalui
membaca intensif, yang diberikan kepada siswa kelas 3 semester 1 dengan
Tema : Pahlawan.
Contoh materi yang akan di
berikan adalah seperti bacaan di bawah ini :
Membaca Teks Secara Intensif (100-150 kata)
Membaca intensif adalah
membaca sungguh-sungguh untuk mengetahui isi bacaan. Membaca intensif tidak
diucapkan dengan keras. Kamu cukup membacanya di dalam hati. Membaca intensif
harus dilakukan dengan tepat.
Bacalah bacaan berikut
:
Membaca
intensif dilakukan untuk mengetahui isi bacaan. Membaca dengan cara ini
dilakukan dengan cepat secara sekilas. Tanda seseorang membaca intensif adalah
dapat menjawab pertanyaan secara jelas.
Untuk
itu pengalaman belajar peserta didik setelah mempelajari tentang materi membaca
intensif ini adalah :
1.
Peserta didik bisa mencari dan menemukan teks bacaan.
2.
Membaca teks bacaan secara intensif.
3.
Bertanya jawab tentang isi bacaan.
4.
Menemukan pokok pikiran suatu bacaan.
5.
Meringkas suatu bacaan dengan mengutamakan kejelasan informasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tertulis, yang
bersifat reseptif. Kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan
oleh siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Oleh sebab itu,
pembelajaran membaca di sekolah mempunyai peranan penting.
Membaca intensif merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk
membaca secara cermat untuk memahami suatu teks secara cepat dan akurat.
Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara akurat,
lengkap dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat, pengalaman, pesan
dan perasaan yang ada pada wacana tulis.
Pengalaman
belajar peserta didik setelah mempelajari tentang materi membaca intensif ini
adalah :
1.
Peserta didik bisa mencari dan menemukan teks bacaan.
2.
Membaca teks bacaan secara intensif.
3.
Bertanya jawab tentang isi bacaan.
4.
Menemukan pokok pikiran suatu bacaan.
5.
Meringkas suatu bacaan dengan mengutamakan kejelasan informasi.
DAFTAR PUSTAKA
Fasya, Mahmud, dkk.
2009. Bahasa Indonesia Untuk SD dan MI Kelas 3. Buku Sekolah Elektronik (BSE).
Nurhayati, Yeti. 2009.
Aku Bisa Bahasa Indonesia Untuk SD/MI Kelas 3. Buku Sekolah Elektronik (BSE).
Viktor Risman Zega: MEMBACA
INTENSIF. http://membacaintensifvr.blogspot.com/2013/12/membaca-intensif.html. 10 Juni 2014, 13.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar