TEORI BELAJAR BEHAVIORISME
A. Sejarah Perkembangan Psikologi Behaviorisme
psikologi cenderung memandang perilaku manusia dapat diamati dan dikuantifikasi memiliki makna sendiri, serta tidak hanya berefungsi sebagai perwujudan peristiwa mental yang mendasarnya.
B. Belajar Menurut Tokoh Behaviorisme
Behaviorisme adalah aliran psikologi yang menekankan pada tingkah laku kan perilaku manusia sebagai makhluk reaktif yang memberikan respon terhadap lingkungan sekitar.
Prinsip-prinsip Pembelajaran Behaviorisme
1. Reinforcement and Funishment, tindakan penguatan untuk meningkatkan frekuensi perilaku
2. Primary and Secondary Reinforcement, bentuk penguatan yang diberikan dalam wujud pemuasan kebutuhan dasar manusia.
3. Prinsip Premarck, digunakan untuk meningkatkan kegiatan yang kurang diinginkan dengan menghubungkannya pada kegiatan yang lebih menyenangkan
4. Operant Conditioning, sebagai sejumlah perilaku yang membawa efek kepada lingkungan yang dekat.
C. Struktur Manusia Teori Belajar Behaviorisme
Aliran Behaviorisme secara eksplisit mengabaikan aspek psikis manusia, hal ini disebabkan faktor psikis tidak dapat diukur dan diamati secara nyata. Struktur eksternal terdiri dari panca indera atau hal-hal yang dapat dilihat oleh mata. Struktur internal terdiri dari ruh, nafs, kalbu, akal, dan nafsu
Aspek psikis dalam teoti belajar behaviorisme cenderung diabaikan oleh karena tidak dapat diamati dan diukur oleh panca indera. ajaran islam mengistilahkan psikis manusia dengan jiwa, nyawa dan bergantung pada hidup jasmaniah yang keberadaannya bergantung pada hidup jasmani. jiwa adalah eksistensi diri dari jasad, hayat dan ruh
D. Implikasi Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran
Pemebentukan SDM erat kaitannya dengan pendidikan, terutama masalah proses belajar-mengajar disekolah. dalam konteks ini penting untuk mencermati perubahan yang terjadi pada diri siswa dan mengetahui dari mana informasi dan pengetahuan itu diperoleh. Berdasar pada teori belajar behaviorisme dan empirisme maka implikasi proses pembelajarannya adalah (teacher Oriented) yakni hanya dikuasai oleh guru, sedangkan hanya sebagai obyek pembelajaran dan meredam potensi kecerdasan alami siswa yang telah dibawa sejak dialam ruh, rahim dan dunia.
Dosen : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD


