Rabu, 27 Mei 2015

teori belajar behaviorisme

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME

A. Sejarah Perkembangan Psikologi Behaviorisme
     psikologi cenderung memandang perilaku manusia dapat diamati dan dikuantifikasi memiliki makna sendiri, serta tidak hanya berefungsi sebagai perwujudan peristiwa mental yang mendasarnya.

B. Belajar Menurut Tokoh Behaviorisme 
        Behaviorisme adalah aliran psikologi yang menekankan pada tingkah laku kan perilaku manusia sebagai makhluk reaktif yang memberikan respon terhadap lingkungan sekitar.
        Prinsip-prinsip Pembelajaran Behaviorisme
1. Reinforcement and Funishment, tindakan penguatan untuk meningkatkan frekuensi perilaku 
2. Primary and Secondary Reinforcement, bentuk penguatan yang diberikan dalam wujud pemuasan       kebutuhan dasar manusia.
3. Prinsip Premarck, digunakan untuk meningkatkan kegiatan yang kurang diinginkan dengan                 menghubungkannya pada kegiatan yang lebih menyenangkan 
4. Operant Conditioning, sebagai sejumlah perilaku yang membawa efek kepada lingkungan yang           dekat. 

C. Struktur Manusia Teori Belajar Behaviorisme
     Aliran Behaviorisme secara eksplisit mengabaikan aspek psikis manusia, hal ini disebabkan faktor psikis tidak dapat diukur dan diamati secara nyata. Struktur eksternal terdiri dari panca indera atau hal-hal yang dapat dilihat oleh mata. Struktur internal terdiri dari ruh, nafs, kalbu, akal, dan nafsu
     Aspek psikis dalam teoti belajar behaviorisme cenderung diabaikan oleh karena tidak dapat diamati dan diukur oleh panca indera. ajaran islam mengistilahkan psikis manusia dengan jiwa, nyawa dan bergantung pada hidup jasmaniah yang keberadaannya bergantung pada hidup jasmani. jiwa adalah eksistensi diri dari jasad, hayat dan ruh 

D. Implikasi Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran 
     Pemebentukan SDM erat kaitannya dengan pendidikan, terutama masalah proses belajar-mengajar disekolah. dalam konteks ini penting untuk mencermati perubahan yang terjadi pada diri siswa dan mengetahui dari mana informasi dan pengetahuan itu diperoleh. Berdasar pada teori belajar behaviorisme dan empirisme maka implikasi proses pembelajarannya adalah (teacher Oriented) yakni hanya dikuasai oleh guru, sedangkan hanya sebagai obyek pembelajaran dan meredam potensi kecerdasan alami siswa yang telah dibawa sejak dialam ruh, rahim dan dunia.


Dosen : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD

perkembangan manusia

PERKEMBANGAN MANUSIA

A. Definisi Perkembangan 
       Perkembangan manusia tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhannya. Pertumbuhan adalah sesuatu yang menyangkut materi jasmaniah yang dapat menumbuhkan fungsi dan perubahan fungsi pada materi jasmaniah.

B. Teori-teori Perkembangan
              Teori awal : Preformasionisme (John Lock dan J.J. Rousseau)
 Teori ini berangkat dari pandangan bahwa anak-anak sebagai makhluk yang berbentuk utuh, sebuah miniatur orang dewasa. Menurut John Locke, yang menytakan bahwa anak ibarat keretas kosong (teori tabularasa), sehingga apapun pikirnya yang muncul hampir sepenuhnya muncul dari pembelajaran dan pengalaman yang mereka peroleh.
Menurut Teori J.J. Rousseau membagi 5 tahap perkembangan, fungsi dan kapasitas kejiawaan manusia yaitu : (1) masa bayi (usia 0-2 tahun), (2) masa anak-anak (usia 2-12 tahun), (3) masa kanak-kanak akhir (usia 12-15 tahun), (4) masa dewasa (usia 15-20 tahun), (5) masa pematangan (setekah umur 20 tahun) 

               Teori Pendewasaan / Kematangan (Gesell)
menurut Gesell bahwa anak dipengaruhi oleh dua faktor utama. pertama, anak adalah produk dari lingkungannya, namun yang lebih fundamental lagi adalah berasal dari dalam diri anak, yaitu aksi gen-gen tubuhnya, dan menyebut ini sebagai ini sebagai proses kematangan. 

               Teori Etologis (Charles Darwin )
teori Darwin, bahwa diantara anggota sebuah spesies, terdapat variasi yang tak terhitung jumlahnya, dan diantara anggota yang bermacam-macam itu, hanya kelompok tertentu yang bisa bertahan.


Doisen : Dirgantara Wicaksono
Mata kuliah : Pembelajaran PKN di SD

Selasa, 12 Mei 2015

mata pelajaran pkn

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sudah beberapa kali mengalami perubahan nama, mulai dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Kewarganegaraan (KWN) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), sekarang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan jika kurikulum yang baru diberlakukan tahun 2015 akan kembali kepada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945, cerdas dan terampil menurut Helmi Hasan (2004) bahwa Civic Education itu adalah pembelajaran, dimana guru dan siswa harus mampu mengawasi kebijkan pemerintah. Sementara itu menurut Yulinar Nur (2004) melihat ada tiga kompetensi yang harus diperhatikan guru dalam PKn yang mampu mengotrol kebijakan pemerintah, yaitu (1), peserta didik mampu berpikir kritis, rasional dan kreatif, dalam merespon isu-isu Kewarganegaraan, (2), peserta didik mampu berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan (3), peserta didik mampu membentuk diri berdasakan kepada karakter-karakter positif masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia yang demokratis.

Sebagai mana lazimnya semua mata pelajaran, mata pelajaran PKn memiliki visi, misi, tujuan dan ruang lingkup isi, visi mata pelajaran PKn adalah terwujudnya suatu pelajaran yang berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa (Nation and Character Building) dan pemberdayaan warga negara. Adapun misi pelajaran PKn adalah membentuk warga negara yang baik, yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara sesuai dengan UUD 1945, sementara tujuan PKn adalah (1), peserta didik memiliki kemampuan berfikir secara rasional, kritis, dan kreatif sehingga mampu memahami berbagai wacana kewarganegaraan, (2), peserta didik memiliki keterampilan intelektual dan keterampilan berpartisipasi secara demokratis dan bertanggung jawab, (3), peserta didik memiliki watak dan kepribadian yang baik, sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Membangun Karakter Bangsa

Sebagai seorang guru PKn saya tak habis pikir, kenapa Pancasila sampai diabaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara umumnya dan dalam dunia pendidikan khususnya, padahal Pancasila merupakan Idiologi bangsa dan Dasar Negara. Pancasila sebagai Idiologi negara atau falsafah hidup bangsa hendaknya memiliki peranan besar dalam membangun karakter bangsa yang mengalami dekadensi moral, begitupun dalam dunia pendidikan formal yang lebih mengedepankan Ranah Kognitif sebagai hasil akhir dari belajar, tetapi mengeyampingkan Ranah afektif dan psikomotor yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Perumusan Pancasila oleh The Founding Father digali dari kepribadian asli bangsa Indonesia sendiri yang dirumuskan ke dalam 5 dasar/sila yang sudah sangat tepat dan fleksibel sebagai nilai-nilai dan karakter bangsa. Apalagi di era globalisasi sekarang ini, Pancasila hendaknya dijadikan kepribadian agar kita mampu memfilter setiap pengaruh yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Dengan adanya gagasan pemerintah tentang pendidikan karakter yang entah bagai mana penerapannya yang pasti dalam pendidikan, semakin mengaburkan nilai-nilai murni Pancasila sebagai Ideologi bangsa, karena sepanjang pengetahuan saya pendidikan karakter yang akan diterapkan itu dirumuskan lagi point-point nya, padahal sudah ada Pancasila dengan 36 butir nilai-nilainya yang dapat dijadikan butir-butir pendidikan karakter, pemerintah tinggal memikirkan bagai mana penerapan yang tepat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini.

Dalam pendidikan formal, mata pelajaran Pendidikan Kewaganegaraan (PKn), atau lebih tepat PPKN atau PMP kembali merupakan satu-satunya Mata Pelajaran yang langsung memberikan pendidikan tentang kewarganegaraan dan membangun karakter peserta didik (Character Building) sesuai dengan Pancasila. Jika pergantian kurikulum ikut mengubah nama dan materi PPKN dengan meninggalkan Pancasila sebagai karakter yang mesti diterapkan kepada peserta didik, dikhawatirkan ke depannya generasi muda Indonesia semakin mengalami keterpurukan karakter atau karakter yang buruk (bad character) dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negara ini, sekarang saja sudah terlihat dampaknya, maraknya tawuran pelajar yang sudah menjurus kepada tindakan kriminil, pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pelajar dan sebagainya.

Sebagai guru PKn saya berharap, Mata Pelajaran PKn akan kembali kepada PPKN dimana materinya lebih banyak kepada membangun karakter siswa, bukan ranah kognitif/ teori, tetapi lebih banyak ranah afektif dan psikomotornya, agar peserta didik memiliki karakter Pancasila yang diharapkan mampu menempatkan dirinya dalam arus globalisasi, terutama sekali dalam menyikapi kemajuan teknologi informasi.

Nama Dosen : Dirgantara Wicaksono 
Mata kuliah : Pembelajaran PKN di SD
Tanggal : 13 Mei 2015


Pengertian Strategi, Pendekatan, Model, Metode

  1. Pengertian pendekatan

Pendekatan pembelajaran (instruction) ialah proses atau upaya yang dilakukan seseorang (misal guru) agar orang lain (dalam hal ini murid) melakukan belajar. Jadi, belajar tidak indetik dengan belajar sebagaimana yang dipahami sebagian orang selama ini. Sebaliknya  pembelajaran amat mirip kalau tidak persis-dengan proses mengajar  belajar (the teaching-learning process) dalam arti di satu sisi guru mengajarkan atau menyajikan materi sedangkan murid belajar atau menyerap materi tersebut dalam situasi interaksi-edukatif

 Macam-macam Pendekatan 
  • pendekatan lingkungan
  • pendekatan inquiri
  • pendekatan prose 
2. Pengertian Metode 


Metode secara harfiah berarti “Cara”,dalam pemakaian yang
umum,metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai
untuk mencapai tujuan tertentu. Kata ”pembelajaran” berarti segala
upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Jadi metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses  belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.

Macam-Macam Metode 
  • metode ceramah 
  • tanya jawab 
  • diskusi
3. Pengertian Model Pembelajaran 

Model-model pembelajaran atau teaching models adalah suatu rancangan yang telah diprogram melalui media media  peraga dalam membantu untuk memvisualisasikan pesan yang terkandung didalamnya untuk mencapai tujuan belajar sebagai  pegangan dalam melaksanakan kegiataan pembelajaran.

Macam-macam Model 
  • model information processing 
  • model personal 
  • model sosial 
  • model behavioral 
4. Pengertian Strategi Pembelajaran 

Secara harfiah kata strategi dapat diartikan sebagai seni. Melaksanakan stratagem yakni siasat atau rencana. Banyak  pandangan kata strategi dalam bahasa inggris dan yang dianggap relevan dengan pembahasan ini ialah kata approach (pendekatan) dan kata procedure (tahapan kegiatan). Maka strategi mengajar didefinisikan sebagai sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan  pengajaran tertentu. Sebagai contoh untuk memperoleh perhatian siswa yang sedang mengikuti uraian pelajaran secara lisan (metode ceramah) guru dapat melakukan peragaan.

Nama Dosen : Dirgantara Wicaksono 
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD 
Tangggal: 13 Mei 2015


Kondisi Pendidikan di Indonesia

Jika di lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.

Untuk mengatasi berbagai kekurangan ini, pemerintah pun mengupayakan berbagai hal agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa berkembang dan maju. Misalnya, dengan memberikan bantuan-bantuan dalam pos pendidikan untuk meringankan biaya sekolah. Dalam hal ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 20 persen untuk bidang pendidikan. Tak hanya itu saja, kualitas guru pun ditingkatkan dengan berbagai pelatihan untuk menambah kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran ke siswa-siswanya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan kondisi pendidikan di setiap provinsi di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk mengetahui kondisi pendidikan di setiap wilayah agar standar pelayanan dan standar nasional pendidikan tercapai. Dengan tercapainya kedua hal ini, tentunya mutu pendidikan secara nasional pun dapat dicapai.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang pada era ini. Di Indonesia pendidikan juga sudah diperhatikan sejak dulu oleh pemerintah. Seperti contohnya pemerintah mengharuskan warganya untuk berpendidikan minimal hingga tingkat SMP. Hal ini meningkat dibandingkan taun-taun sebelumnya yang hanya tingkat SD. Namun banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di bidang pendidikan.

Pemerintah mewajibkan hingga tingkat SMP, tetapi kenyataannya sekarang ini mencari pekerjaan bersyaratkan minimal lulus SMA. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang tidak mampu dan hanya dapat menempuh hingga jenjang SMP tersebut. Apakah pemerintah berfikir sejauh itu untuk mencerdaskan anak bangsa.

Bagi mereka yang kurang mampu, mengenyam pendidikan hingga SMP sudahlah sangat baik. Pemerintah memberikan dana BOS untuk tingkat SD dan SMP, tetapi dimana dana tersebut. Apakah warga yang kurang mampu yang ingin bersekolah hanya diberikan dana tersebut yang sangat kurang bagi mereka. Peralatan sekolah bukannya masuk dalam dana BOS tersebut. Dana BOS hanya digunakan untuk oprasional sekolah saja, bagaimana dengan kebutuhan siswa yang kurang mampu seperti tas, sepatu, buku untuk mencatat dan lain sebagainya.

Hal di atas hanya dari segi ekonomi dan oprasional anak-anak sekolah. Belum lagi hasil yang didapat anak-anak yang kurang mampu tersebut, yang hanya dapat bersekolah di sekolah bersubsidi. Kinerja para guru yang kurang efisien juga menambah para pendidikan sekarang. Guru di sekolah swasta lebih efisien mengajarnya ketimbang guru negeri. Di sekolah negeri banyak jam kosong karena guru mereka pergi ataupun rapat, sehingga mereka hanya diberikan tugas-tugas mandiri. Banyak lagi kendala yang dihadapi anak yang kurang mampu yang bersekolah di negeri.

Nama Dosen : Dirgantara Wicaksono 
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD
Tanggal : 13 Mei 2015

Model Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efekttif dan Menyenagkan)

Pembelajaran adalah upaya membelajarkan / menyediakan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar yang efektif dalam diri seseorang melauli interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan siswa dengan pesan.

Tujuan Pembelajaran
Agar terjadi perubahan perilaku pada diri peserta didik sesuai dengan tujuan / kompetensi pembelajaaran yang diharapkan diri setiap mata pelajaran.

PAKEM adalah pendekatan mengajar yang digunakan bersama metode tertentu dengan berbagai media pengejaran yaang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, kreatif, efektif dan menyenagkan.

Yang mendasari PAKEM

  • peralihan dari belajar perorangan ke belajar bersama
  • peralihan dari belajar dengan cara menghafal ke belajar untuk memahami.
  • peralihan dari teori pemindahan pengetahuan ke bentuk interaktif, keterampilan proses dan pemecahan masalah.
  • peralihan paradigma dari guru mengajar ke siswa belajar.
Karaekteristik PAKEM 
  • berpusat padaa siswa 
  • belajar yang menyenagkan 
  • belajar yang berinteraksi pada tercapainya kemampuan tertentu
  • belajar secara tuntas
  • belajar secara berkesinambungan 
  • belajar sesuai dengan ke-kini-an dan ke-disini-an 
hal-hal yang penting diperhatikan dalam implementasi pendekatan PAKEM 
  • memahami sifat yang dimiliki siswa 
  • memahami perkembangan kecerdasan siswa 
  • mengenal siswa secara perorangan 
  • memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar.
Nama Dosen : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD
Tanggal: 11 mei 2015


kurikulum 2013 berkaitan dengan ktsp dan kbk dalam mata pelajaran ips


  • kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk dimasa kini dan masa depan untuk mata pelajaaran ips. standaar isi mata pelajaran dirasa lebih cocok menggunakan tema tepadu dan berbagai disiplin. ilmu dalam rumusan IPS (sejarah, sosiologi, geografi, dan ekonomi) tidak seperti sebelumnya terpisah-pisah sesuai disiplin ilmu yang ada.

  • kurikulum ktsp ips cukup simple karena hanya menekankan pada ketercapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dipersyaratkan memberikan peluang pada guru sebagai pengembang kurikulum untuk berkreasi dalam pembel;jaran IPS yang aktif, kreatif, efektif dan menyenagkan mata pelajaran IPS SD merupakan keterpaduan antara geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi.

  • kurikulum kbk, pada tahun 2004 pemerintah melakukan perubahan kurikulum kembali yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). dalam kurikulum SD, IPS berganti nama menjadi pengetahuan sosial merespon secara positif berbagai perkembangan informasi ilmu pengetahuan, dan teknologi hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelejaran sosial dengan keadaan dan kebutuhan setempat.



Nama Dosen : Dirgantara Wicaksono 
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD 
tanggal : 10 mei 2015

Rabu, 06 Mei 2015

biodata



hai teman-teman

saya akan memperkenalkan diri saya, nama saya mutia wulandari suhanda, biasa dipanggil mutia. saya mempunyai adik perempuan yang bernama nasywa puspa khairunisa. saya lahir di bogor pada tanggal 01 mei 1995. saya tinggal  di parung - bogorbersama orang tua saya.
Hasil gambar untuk gambar anak-anak sd


Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat).
Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah dasar negeri (SDN) di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Sedangkan Kementerian Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah dasar negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Nomor 20 Tahun 2001) Pasal 17 mendefinisikan pendidikan dasar sebagai berikut:
(1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
(2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
Hasil gambar untuk gambar fip umj


petama kali saya memasuki kelas saya memberi salam dan menyapa atau menanyakan kabar siswa-siswanya, terus saya bertanya apakah kalian sudah mengenal ibu?. baru disitu saya memperkenalkan diri saya kepada siswa-siswa dikelas. ketika mereka sudah kenal saya, saya mengabsen sambil mengenal mereka.

sesudah mengabsen mereka, saya langsung suruh mereka mengeluarkan buku dan membuka halaman yang akan dibahas hari itu, tetapi saya menjelaskan pengertian materi tersebut, supaya siswa-siswa pada paham apa yang akan kita bahas. setelah itu saya menyuruh mereka untuk berdiskusi materi yang sudah saya kasih, satu kelompok 6 orang.

kenapa saya menyuruh mereka berdiskusi perkelompok, supaya mereka lebih aktif lagi dikelas dan mereka kompak dalam kelompoknya.

strategiyang saya pakai adalah heuristik. heuristik adalah strategi untuk meningkatkan pola pikir siswa lebih kritis dan analitik atau aktif dalam kelas.
metode yang saya pakai adalah berdiskusi, supaya mereka bisa bertukar fikir sesama temannya, dan bisa mengahargai pendapat teman atau orang lain.