Selasa, 12 Mei 2015

Kondisi Pendidikan di Indonesia

Jika di lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.

Untuk mengatasi berbagai kekurangan ini, pemerintah pun mengupayakan berbagai hal agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa berkembang dan maju. Misalnya, dengan memberikan bantuan-bantuan dalam pos pendidikan untuk meringankan biaya sekolah. Dalam hal ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 20 persen untuk bidang pendidikan. Tak hanya itu saja, kualitas guru pun ditingkatkan dengan berbagai pelatihan untuk menambah kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran ke siswa-siswanya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan kondisi pendidikan di setiap provinsi di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk mengetahui kondisi pendidikan di setiap wilayah agar standar pelayanan dan standar nasional pendidikan tercapai. Dengan tercapainya kedua hal ini, tentunya mutu pendidikan secara nasional pun dapat dicapai.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang pada era ini. Di Indonesia pendidikan juga sudah diperhatikan sejak dulu oleh pemerintah. Seperti contohnya pemerintah mengharuskan warganya untuk berpendidikan minimal hingga tingkat SMP. Hal ini meningkat dibandingkan taun-taun sebelumnya yang hanya tingkat SD. Namun banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di bidang pendidikan.

Pemerintah mewajibkan hingga tingkat SMP, tetapi kenyataannya sekarang ini mencari pekerjaan bersyaratkan minimal lulus SMA. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang tidak mampu dan hanya dapat menempuh hingga jenjang SMP tersebut. Apakah pemerintah berfikir sejauh itu untuk mencerdaskan anak bangsa.

Bagi mereka yang kurang mampu, mengenyam pendidikan hingga SMP sudahlah sangat baik. Pemerintah memberikan dana BOS untuk tingkat SD dan SMP, tetapi dimana dana tersebut. Apakah warga yang kurang mampu yang ingin bersekolah hanya diberikan dana tersebut yang sangat kurang bagi mereka. Peralatan sekolah bukannya masuk dalam dana BOS tersebut. Dana BOS hanya digunakan untuk oprasional sekolah saja, bagaimana dengan kebutuhan siswa yang kurang mampu seperti tas, sepatu, buku untuk mencatat dan lain sebagainya.

Hal di atas hanya dari segi ekonomi dan oprasional anak-anak sekolah. Belum lagi hasil yang didapat anak-anak yang kurang mampu tersebut, yang hanya dapat bersekolah di sekolah bersubsidi. Kinerja para guru yang kurang efisien juga menambah para pendidikan sekarang. Guru di sekolah swasta lebih efisien mengajarnya ketimbang guru negeri. Di sekolah negeri banyak jam kosong karena guru mereka pergi ataupun rapat, sehingga mereka hanya diberikan tugas-tugas mandiri. Banyak lagi kendala yang dihadapi anak yang kurang mampu yang bersekolah di negeri.

Nama Dosen : Dirgantara Wicaksono 
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD
Tanggal : 13 Mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar